Sampai waktunya inilah air mataku, mengucur diantara musim yang menggugurkan bunga-bunga. Inilah kalimat terakhir yang kuterima malam itu. Di luar, hujan begitu derasnya turun bersaing dengan isak tangis yang hampir terdengar setengah menjerit. Bodoh memang, tapi itulah sebuah kebenaran yang tidak bisa dipungkiri bahwa aku benar-benar merasa tersakiti. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang patut dipersalahkan dalam hal ini, baik aku, dia dan bahkan siapapun. Dan meskipun tidak ada yang menyakiti, namun pada akhirnya tetap ada yang tersakiti. Keadaanlah yang telah tega mencabik-cabik hatiku hingga seolah tidak lagi berbentuk dan bahkan mati rasa pada saat itu.
Kakiku sesaat tidak sanggup menopang tubuhku yang hanya memiliki berat badan 40 Kg ini. Di sudut ruangan tepatnya di samping lemari baju aku tersungkur dan masih dengan isak tangis yang cukup menakutkan. Dengan tangan yang gemetaran, kuraih ponselku yang tergeletak di lantai. Satu persatu jari-jariku memencet beberapa tombol dan hanya satu kata yang berhasil aku tulis di kotak pesan yaitu, sebuah kata yang bermakna nama seseorang. Nama seorang gadis yang baru-baru ini begitu dekat denganku dan bahkan sangat sangat dekat.
"CITRA", itulah kata yang aku tulis, nama dari seorang gadis yang kini bukan sekedar sahabat tapi juga saudaraku. Terasa sejuk ketika tangannya merangkul tubuhku, jari-jari lembutnya menggenggam erat tanganku. Meski tanpa kata-kata tapi rasanya cukup membuat aku kuat dan mampu mengumpulkan energi dalam tubuhku untuk segera berhenti menangis.
Tangisku tak sepenuhnya berhenti, karena memang cukup sulit untuk di hentikan. Beberapa saat terdengar ponselku berbunyi, sebuah pesan dari seseorang yang menjadi alasan mengapa aku menangis. Aku lupa kata-katanya, karena memang menurutku tidak cukup penting untuk di ingat, tapi intinya pesan itu berisikan sebuah motivasi. Kalimat panjang yang memotivasi aku agar tetap semangat. Tidak terlalu buruk memang tapi tidak juga cukup membantu untuk memperbaiki keadaanku saat ini.
Galauku memaksaku untuk kembali ke titik dimana hanya ada satu orang yang benar-benar bisa mengusik sedihku dengan kata-kata bijaknya. SAHABAT KECIL ku yang tidak pernah selangkahpun meninggalkanku dalam kondisi apapun. "ARDA'IN", sebuah nama yang tidak pernah hilang dari memori ingatanku. Seorang teman, sahabat dan juga kakak bagiku.
"Cinta tidak mengajarkan seseorang yang tulus mencinta untuk takut. Percayalah, dia akan mengerti kelak kalau kau sangat berarti untuknya, betapa waktu yang kau habiskan dengan berharap hanya untuk menunggu dia"(From ARDA'IN) . Entahlah, aku tidak terlalu memahami kalimat ini, mungkin aku tidak perlu memahaminya dan tidak ingin memahami maksud dari kalimat ini karena kata-katanya terlalu berat untuk bisa aku cerna. Tapi ada satu kalimat yang benar-benar terngiang-ngiang di telingaku:
"We all will always support you"
Sebuah kalimat yang berdentum cukup keras mengusik tangisku. Serpihan-serpihan kalimat itu menyebar luas ke ulu hatiku dan tidak sedikitpun memberikan ruang untuk rasa takut yang menghampiriku. Kubiarkan aroma semangat dari serpihan itu berhamburan dan merangsang senyumku.
"Thanks a lot for everything"



u're strong... dev :)
BalasHapushehehhehe...thx mas...^_^....
BalasHapus