kategori

Kamis, 28 April 2011

"Iya Aq Mengerti Sekarang"

     Pertanyaanku dari kecil yang baru terjawab sekarang seiring berjalannya waktu "KENAPA AMAK (ibu) BEGITU????. Jika ada anak-anak yang dikenal karena kenakalannya, maka aq adalah salah satu dari kelompok itu. Keingintahuanku yang berlebihan mendorongku tumbuh menjadi gadis yang nakal. Sifatku yang keras kepala terkadang memaksa amak menggunakan beberapa senjata andalannya untuk menghentikan kenakalanku, salah satunya yang paling konyol adalah sandal. Hahahahhaha...lucu memang tapi itulah yang terjadi. Kebayang g' sich gimana rasanya kalo sapu lidi yang berjumlah seratus batang singgah dipantatku, gagang sapu yang tergolong gede banget  menari indah di tempat yang sama, ikat pinggang yang setia menempel di pantat ketika kesalahan itu fatal dan rotan yang dipotong kecil ketika aq bener-bener g' bisa dikendalikan lagi. 

     Setelah dipukul apa aq menangis????sedikitpun tidak. Keras kepalaku membuatku merasa seolah aq lah yang benar, aq tidak salah meski hati nurani berkata " iya itu memang salah". Tau g' setiap kali abis dipukul apa yang aku lakukan???. Hmm, abis dipukul amak, aku g akan beranjak dari tempat dudukku, g' peduli perutku lapar, ato tenggorokan ku yang sangat merindukan dinginnya air, dan bahkan meski kebelet pipispun g bakalan aku beranjak. 

     Satu jam kemudian aku mulai bosan karena amak sama sekali g respon atas protes yang kulakukan. Dua jam kemudian mulai terdengar suara amak melengking "Vi...minta di tambah hadiahnya????". Dalam hati aku berucap, hmm, kayaknya bakalan bencana ronde kedua nich...hehehehe...Meski sadar dengan apa yang aku lakukan hanya akan bikin amak tambah marah, aku tetap pada pendirianku menunggu di bujuk. Hahaha, ngarep.com. Sambil menunggu aku mulai larut dengan kesibukanku yang g jelas, melukis sesuatu dilantai dengan jari telunjukku. Sampai akhirnya amak berdiri dedepanku dan menatapku dengan tajam, sedikitpun ku tak berani menatap tatapan itu, jantungku berdegup luar biasa kencangnya dan harus kuakui aq sangat takut dengan suasana itu (ngeri euy). 

      Melihat tingkahku yang memang luar biasa keras kepala, seperti biasa amak menambah porsi hadiah untukku satu bonus cubitan yang sedikit terasa sakit singgah dipinggangku. Setiap kali memukulku amak pasti masuk kamar, yang aku sama sekali aku tidak tau apa yang amak lakukan. Amak g akan keluar kamar kecuali untuk hal-hal tertentu. Sementara aku mulai terisak tangis setiap kali amak mengurung diri di kamar. Mendengar tangisku yang terkesan di tahan, kakakku selalu datang meraih tanganku dan membujukku. Meyakinkanku bahwa apa yang aku lakukan memang harusnya tidak pantas aku kerjakan. Pantas amak marah karena memang aku salah, amak marah karena tidak ingin aku kenapa2 dan lain sebagainya hingga akhirnya aku menyerah dan mencoba meminta maaf.

      Hal yang paling berat bagiku adalah meminta maaf, karena meminta maaf memang tidak semudah yang ku bayangkan. Amak bukan tipe yang gampang memberi maaf kepadaku sebelum aku benar-benar berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Hari-hari berikutnya aku kembali bikin amak marah besar, memang aku tidak mengulangi lagi kesalahanku yang kemaren-kemaren tapi kesalahan-kesalahan berikutnya akan lebih menantang, dan seperti biasa tidak perlu aku jelaskan lagi karen kejadian pasca dipukul selalu sama...Hadeeehhhh, jadi cew kok kebangetan nakalnya. Aku memang nakal, tapi ada satu hal yang bikin amak pasti selalu memujiku, dan pasti berebutan sama ayah setiap kali acara pengambilan rapor. Kayaknya aku tidak perlu berpanjang lebar nich di bagian ini...kapan-kapan aja ya....hehehehe. Back to topik...Tingkahku tidak pernah berubah sampai akhirnya aku berhasil lulus dan say good bay pada SD tercintaku. 

      Hari-hari berikutnya aku sibuk dengan pendaftaran-pendafataran yang menurutku ribet dan aku tidak suka. SMP N 1 Palmatak adalah pilihanku saat itu, by the way, sebenernya amak pengen aku masuk MTS...hahahha... Hari pertama pendaftaran aku bikin amak syock berat. Gimana g, aku niat ke calon sekolahku yang baru dengan penampilan yang luar biasa keren abis. Kaos oblong, jins pendek dan sandal favouritku, sandal jepit. 

     Awalnya aq nekat g' mou ganti dengan yang lebih sopan dan terlihat rapi, tapi berhubung temen-temenku semuanya pada rapi dan di ancam dengan ancaman yang menurutku terdengar aneh. Aku bisa g keterima kalo penampilanku seperti itu, dan keluarlah ancaman, kalo aku g' keterima berarti mou g' mou aku harus mou masuk MTS.
Hmm, hari-hari berikutnya dengan sekolah baru, seragam baru dan suasana baru, tetap tidak merubah kebiasaanku dan malah tambah parah. Dari segi akademik aku termasuk siswi yang terbilang OK, dan cukup dikenal di kalangan majelis guru. Tapi dari segi kenakalan aku juga terbilang sangat, sangat OK...whahahahha. 
     Sampai akhirnya aku di panggil oleh wali kelasku. Masalah yang kuanggap sepele sebenernya dan g perlu ampe dipanggil  wali kelas segala. Toh...padahal pas berantem ja g ampe dipanggil ma wali kelas kok. Kenapa g dipanggil, soalnya guru-guru pada g tau sich...hohohohoh...masih jadi rahasia sampe sekarang...eh g' ding kan dah dibuka disini...hahahahha. 

     Aq di panggil karena penampilanku yang ala g enak diliat, saku bajuku sobek tapi tak biarin ja, rambutku yang acak-acakkan karena malas bawa sisir ke sekolah. Face ku yang kusam di tambah lagi kulitku yang very eksotis2 gitu, kena pancaran matahari keliatan berkilatan dah. Lengkap sudah jeleknya diriku.

     Aku di ceramahin panjang lebar...bla...bla...bla....ampe panas kuping, disuruh bedaan, rambut dipanjangin yar keliatan ceweknya, pake yang harum-harum...dan yang g boleh lupa pake deodorant...hahahhaha....Hari berikutnya aku tetap sama dengan hari-hari kemaren, bagiku apa yang kemaren diomongin ma wali kelasku g mutu banget, dan tak anggap angin lalu. Amak yang minta aja aku g peduli apalagi wali kelasku jangan harap...(pikirku waktu itu).

     Aku tetap larut dengan kenakalan-kenakalanku yang bikin amak kehabisa akal. Tapi akhirnya Allah menunjukkan jalan yang lurus ke amak. Amak berhasil menemukan metode yang luar biasa ampuh dan bikin aku klepek-klepek mendadak insyaf dan mulai berubah secara bertahap. Setiap kali aku bikin salah amak g' pernah mukul lagi, tapi...ada tapinya nich...salah satu hal yang paling tidak aku sukai dan aku menyadarinya ketika aq dah duduk di bangku SMA yaitu dipermalukan. 

  Setiap aku bikin salah amak pasti ngomelnya panjang........................................banget dan kenceng................ banget dah pokoknya. Bayangin aja gimana kencengnya suara amak kalo marahnya ampe orang sekampung tau. Asli aku g berani keluar rumah, bukan karena takut sama amak tapi malu karena pasti diketawain orang habis-habisan. Kalo pukulan beberapa kali baru bisa bikin aku nangis tapi tuk kali ini aku bener-bener bisa  bikin aku nangis sekencang-kencangnya. Meskipun demikian aku tetap masih belum bisa berubah total karena secara gitu lo, mana ada yang namanya berubah dari suatu kebiasaan itu gampang.

     Pasca dimarahin tetap sama, amak selalu mengurung diri di kamar dan tidak sedikitpun membujukku. Timbul pertanyaanku kenapa demikian??? yang selalu jadi pikiran ku selama ini kenapa amak mengurung diri dikamar setiap kali habis memarahiku, dan kenapa amak tidak seperti ibu2 yang lain, selalu membujuk anaknya kalo dah nangis meskipun sudah melakukan kesalahan yang fatal sekalipun. Terpikir olehku hal yang seharusnya tidak pantas aku pikirkan. Jangan-jangan amak memang tidak sayang sama aku. Aku semakin penasaran dan aku sama sekali tidak berani menanyakan semua itu, cukup aku dan hatiku yang tau.

     Suatu hari, aku terkejut dan sangat-sangat terkejut, ternyata selama ini amak mengurung diri karena tidak tega melihat air mataku. Kudekatkan kupingku di pintu kamar amak yang terkunci, kudengar isak tangis yang tertahan keluar dari bibir amak, kudengar kata-kata yang begitu tulus terucap dari mulut amak, doa seorang  ibu yang selalu menginginkan anaknya menjadi anak yang baik. Doa memohon ampun atas apa yang telah di lakukan kepadaku. Betapa menyesalnya amak selama ini setiap kali memarahiku. Untuk pertama kalinya aku menangis bukan karena diomelin amak, tapi menagis betapa jahatnya aku selama ini yang telah menyakiti hati amak. 

     Satu jawaban dari pertanyaanku telah kudapatkan. Sejak kejadian itu, aku berubah total, menjadi gadis yang penurut, dan mulai seneng dengan ocehan kakakku yang selalu tidak jauh-jauh tentang masalah cewek. Aku mulai terbiasa berdandan, mulai jago mengucir rambut , manjangin rambut dan segalanya yang berhubungan dengan cewek. Alhasil, ternyata aku cantik....hahahahah...pasti dah taukan konsekuensi jadi cewek cantik...halah...(PD). Tapi kenyataan yang ngomong kok...hmm, lagi-lagi aku harus bilang bab ini aku g perlu jelasin ya...coz pasti dah pada tau maksudku...hehehehe...meskipun demikian, cap jomblo sejati tetap melekat pada diriku karena memang aku bukan tipe yang gampang suka dan percaya ma yang namanya cowok. Ditambah lagi temen-temenku identik cowok daripada cewek, cewekpun kebayakan g jauh-jauh beda ma diriku...satu kata"TOMBOY" dan hingga aku tamat SMA, aku g pernah kenal dengan yang namanya pacaran.

     Oh ya, masih ada satu pertanyaan lagi yang belum terjawab. Kenapa amak g' pernah membujuk setiap kali aku menangis. Huh...butuh waktu lama untuk bisa memahami ini. Seiring berjalannya waktu akhirnya kutemukan jawaban itu. Sekarang aku adalah mahasiswi semester 6 dan sebentar lagi bakalan sibuk dengan yang namanya tugas akhir sebagai syarat untuk menyelesaikan S1. Terpisah dari orang tua dan jauh dari sanak saudara membuatku mengerti banyak hal. Berbagai persoalan dan masalah mengajariku untuk bisa menjadi bijak dan dewasa. Dari hal yang sepele sampai masalah yang cukup bikin berat badanku turun drastis. Semuanya ku selesaikan sendiri tanpa bantuan orang tua dan kakak-kakakku. Kejadian-demi kejadian kunikmati dengan senang hati dan tak sedikit air mata harus ku teteskan hanya untuk mengendalikan keras kepalaku agar tidak menyakiti hati orang-orang di sekitarku. Cengeng menjadi bagian hidupku kini agar aku tidak membalas rasa sakit hati kepada orang-orang yang tidak sengaja menyakitiku. Kamar kostku cukup sabar mendengar segala keluh kesahku dan tidak pernah marah ketika kulampiaskan kemarahanku yang tak mampu kutahan.

      Aku sadar kenapa amak tidak menunjukkan simpatiknya kepadaku yang telah melakukan kesalahan. Amak ingin aku menjadi orang yang bisa berbesar hati untuk mengakui sebuah kesalahan yang telah kulakukan meskipun itu memalukan dan menyakitkan untuk di akui. Aku dihukum karena amak tidak mau aku mengulangi kesalahan yang sama dan hukuman hanyalah sebuah bentuk pertanggungjawaban atas sebuah kesalahan. Amak tidak mau aku tumbuh menjadi gadis yang manja. Amak mengajariku bahwa segala sesuatu yang menjadi pilihan dalam hidup kita pasti selalu ada konsekuensinya. Hidup itu tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan dan amak hanya ingin aku bisa mengendalikan sifat keras kepalaku. 

      Amak selalu bilang jika aku begini begitu, maka akan begini begitu juga yang akan aku dapatkan. Dan semua yang di katakan amak itu benar adanya, jika aku melakukan tindakan yang begini dan begitu, maka akan begini dan begitu juga efek yang aku dapatkan. Sudah kubuktikan....hehehehhe...Tanpa kusadari amak sebenarnya melatihku menjadi orang yang mandiri, kuat dan bertanggung jawab. Segala sesuatu itu tidak bisa kita dapatkan dengan percuma karena segalanya butuh usaha. Setiap kali aku melakukan kesalahan dan harus meminta maaf, sesungguhnya untuk bisa mendapatkan maaf dari amak bukanlah hal yang mudah. Aku harus menunggu berjam-jam, merengek  dan berbagai macam cara harus aku lakukan agar amak berhenti marah kepadaku dan tidak mendiami aku.

      Amak tidak mudah memaafkan aku bukan karena sakit hati kepadaku karena sesungguhnya amak mencintaiku lebih dari yang aku tau (halah...sok puitis nich ceritanya). Hal-hal kecil itu ternyata berefek besar bagiku...hingga akhirnya aku menjadi  seperti sekarang ini. Dulu aku menangis karena kesel diomelin amak, tapi sekarang malah aku sering nangis karena kangen diomelin amak coz sekarang aku kan dah jadi cewek manis yang baik hati, penurut dan tidak sombong. Hohohohohoh....jadi g da alasan wat amak ngomel-ngomel lagi dan g kan ada lagi teriakan-teriakan yang bikin tetangga berbisik-bisik karena tau aku sedang diomelin amak. Yang ada sekarang malah amak tambah cinta sama aku. Dan akupun demikian, amak adalah segala-galanya bagiku. Aku bangga punya orang tua seperti amak dan ayah, serta kakak-kakak yang tidak pernah melepaskan tangannya dari bahuku. Sungguh aku termasuk orang yang beruntung...di tambah lagi aku punya adik yang lucu, adik bayi yang bikin aku batal jadi anak bungsu. Hahahahha, awalnya aku sempat jealous tapi ternyata punya adik itu sangat-sangat menyenangkan. 

     Adik bayi yang berjenis kelamin laki-laki, imut dan ngegemesin. Karena dia aku tau gimana rasanya menjadi seorang kakak dan ternyata dia juga g kalah bandelnya sama diriku. Setiap hari bisanya cuma bikin amak mendadak migran...hahahahaha. Dan setiap hari juga aku harus setia mendengar keluh kesah amak, menular dah jadinya migran amak ke diriku. Kalau dah seperti itu,  harus sesegera mungkin menyiapkan kata-kata yang jitu buat adikku yang super bandel karena ujung-ujungnya bakalan aku yang disuruh nasehatin. Hmmm....udahan ahhh....capek ngetik....^_^