"SAHABATKU", terkadang kita melupakan banyak hal dan hanya sedikit sekali yang kita ingat. Kita lupa karena memang kita bukan nabi yang begitu dekat dengan tuhannya, bukan malaikat yang di ciptakan tanpa nafsu, dan bukan tuhan yang memang maha sempurna. Kita hanyalah manusia, makhluk ciptaan tuhan yang sedikit lebih istimewa dari makhluk lainnya. Kenapa???karena kita di anugrahi akal pikiran dan nafsu. Dua hal inilah yang mengontrol hati kita secara bergantian. Terkadang kita benar tapi juga terkadang kita bisa melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak pernah kita inginkan.
Hidup selalu menempatkan kita pada dua pilihan, benar dan salah, iya dan tidak jauh dan dekat, kaya dan miskin, senang dan sedih. Memilih sesuai dengan keinginan tidak berarti semuanya akan terselesaikan begitu saja. Akan ada banyak hal yang akan muncul dan mungkin belum terpikirkan oleh kita, menanti kita selama perjalanan nanti bersama pilihan yang telah kita genggam dan kita yakini adalah yang terbaik. Pilihan selalu memaksa kita untuk mau mengakui adanya sebab akibat, memojokkan kita hanya dengan satu kata "KONSEKUENSI". Kita dipaksa untuk bertanggung jawab atas apa yang telah kita pilih meski itu bukan keinginan dan bukan permintaan kita.
"SAHABATKU", apa kamu tau perasaanku saat ini???. Mungkin iya...tapi juga mungkin tidak. Sebaliknya, jika pertanyaan itu kamu lontarkan kepadaku, apakah aku mengerti perasaanmu saat ini????. Jawabanku tau...tapi tidak benar-benar tau. Aku tau seperti apa perasaanmu saat ini karena aku hanya menggunakan imajinasiku untuk memahamimu. Dan aku tidak benar-benar tau perasaanmu saat ini karena hatiku tidak sepenuhnya bisa menempatkan diriku kedalam dirimu. Aku tidak benar-benar sanggup memposisikan diriku ke dalam masalah yang ada padamu.
Aku tidak tau seberapa kalutnya dirimu saat ini karena aku tidak berada pada posisimu, tapi setidaknya aku sedikit tau seberapa menyakitkan menanggung sesal karena sebuah kesalahan. Karena akupun sering melakukan kesalahan-kesalahan yang bahkan aku sendiri tidak sanggup untuk menalarnya. Semua orang pasti merasakan hal itu, karena manusia tidak pernah luput dari kesalahan.
"SAHABATKU", jika kemaren aku memarahimu, maafkanlah aku karena aku sengaja melakukannya. Dan jika kemaren aku mencaci maki kamu, sekali lagi maafkanlah aku karena itu juga sengaja aku lakukan. Kau tau kenapa aku melakukannnya????. Karena aku begitu menyayangimu. Aku lebih rela menyakitimu kemaren daripada melihat tangismu hari ini karena tersakiti. Aku lebih rela menerima kebencianmu kemaren daripada melihat kenyataan bahwa kamu sangat membenci dirimu sendiri hari ini.
"SAHABATKU", jika kemaren kau tidak mendengarka kata-kataku, maka hari ini aku mohon dengarkanlah kata-kataku. Sudahi kesedihanmu, buang ketakutanmu dan segera hentikan tangismu. Percayalah, tidak ada yang salah dengan pilihanmu!!!. Sekali lagi aku katakan, pilihan akan selalu memojokkan kita ke dalam hal-hal yang tidak benar-benar adalah sesuatu yang kita inginkan. Kesalahan hanyalah seonggok duri yang mencoba menghambat perjalananmu. Kau hanya butuh sedikit keberanian untuk mendekatinya, sedikit kekuatan untuk mematahkannya, sedikit kehati-hatian agar tidak melukai tanganmu dan sedikit kecerdasan agar tidak butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaanmu.
"SAHABATKU", mungkin ini kata-kata terakhirku, aku sangat mencintaimu, jadi jangan pernah takut karena aku tidak akan pernah membiarkanmu sendiri.



