kategori

Senin, 31 Oktober 2011

"SAHABATKU"

"SAHABATKU", terkadang kita melupakan banyak hal dan hanya sedikit sekali yang kita ingat. Kita lupa karena memang kita bukan nabi yang begitu dekat dengan tuhannya, bukan malaikat yang di ciptakan tanpa nafsu, dan bukan tuhan yang memang maha sempurna. Kita hanyalah manusia, makhluk ciptaan tuhan yang sedikit lebih istimewa dari makhluk lainnya. Kenapa???karena kita di anugrahi akal pikiran dan nafsu. Dua hal inilah yang mengontrol hati kita secara bergantian. Terkadang kita benar tapi juga terkadang kita bisa melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak pernah kita inginkan. 

 Hidup selalu menempatkan kita pada dua pilihan, benar dan salah, iya dan tidak jauh dan dekat, kaya dan miskin, senang dan sedih. Memilih sesuai dengan keinginan tidak berarti semuanya akan terselesaikan begitu saja. Akan ada banyak hal yang akan muncul dan mungkin belum terpikirkan oleh kita, menanti kita selama perjalanan nanti bersama pilihan yang telah kita genggam dan kita yakini adalah yang terbaik. Pilihan selalu memaksa kita untuk mau mengakui adanya sebab akibat, memojokkan kita hanya dengan satu kata "KONSEKUENSI". Kita dipaksa untuk bertanggung jawab atas apa yang telah kita pilih meski itu bukan keinginan dan bukan permintaan kita.

"SAHABATKU", apa kamu tau perasaanku saat ini???. Mungkin iya...tapi juga mungkin tidak. Sebaliknya, jika pertanyaan itu kamu lontarkan kepadaku, apakah aku mengerti perasaanmu saat ini????. Jawabanku tau...tapi tidak benar-benar tau. Aku tau seperti apa perasaanmu saat ini karena aku hanya menggunakan imajinasiku untuk memahamimu. Dan aku tidak benar-benar tau perasaanmu saat ini karena hatiku tidak sepenuhnya bisa menempatkan diriku kedalam dirimu. Aku tidak benar-benar sanggup memposisikan diriku ke dalam masalah yang ada padamu.

 Aku tidak tau seberapa kalutnya dirimu saat ini karena aku tidak berada pada posisimu, tapi setidaknya aku sedikit tau seberapa menyakitkan menanggung sesal karena sebuah kesalahan.  Karena akupun sering melakukan kesalahan-kesalahan yang bahkan aku sendiri tidak sanggup untuk menalarnya. Semua orang pasti merasakan hal itu, karena manusia tidak pernah luput dari kesalahan.

"SAHABATKU", jika kemaren aku memarahimu, maafkanlah aku karena aku sengaja melakukannya. Dan jika kemaren aku mencaci maki kamu, sekali lagi maafkanlah aku karena itu juga sengaja aku lakukan. Kau tau kenapa aku melakukannnya????. Karena aku begitu menyayangimu. Aku lebih rela menyakitimu kemaren daripada melihat tangismu hari ini karena tersakiti. Aku lebih rela menerima kebencianmu kemaren daripada melihat kenyataan bahwa kamu sangat  membenci dirimu sendiri hari ini.

"SAHABATKU", jika kemaren kau tidak mendengarka kata-kataku, maka hari ini aku mohon dengarkanlah kata-kataku. Sudahi kesedihanmu, buang ketakutanmu dan segera hentikan tangismu. Percayalah, tidak ada yang salah dengan pilihanmu!!!. Sekali lagi aku katakan, pilihan akan selalu memojokkan kita ke dalam hal-hal yang tidak benar-benar adalah sesuatu yang kita inginkan. Kesalahan hanyalah seonggok duri yang mencoba menghambat perjalananmu. Kau hanya butuh sedikit keberanian untuk mendekatinya, sedikit kekuatan untuk mematahkannya, sedikit kehati-hatian agar tidak melukai tanganmu dan sedikit kecerdasan agar tidak butuh waktu  yang lama untuk menyelesaikan pekerjaanmu.

"SAHABATKU", mungkin ini kata-kata terakhirku, aku sangat mencintaimu, jadi jangan pernah takut karena aku tidak akan pernah membiarkanmu sendiri.


Kamis, 20 Oktober 2011

"Nasehat dari Sahabat Kecilku"

  Sampai waktunya inilah air mataku, mengucur diantara musim yang menggugurkan bunga-bunga. Inilah kalimat terakhir yang kuterima malam itu. Di luar, hujan begitu derasnya turun bersaing dengan isak tangis yang hampir terdengar setengah menjerit. Bodoh memang, tapi itulah sebuah kebenaran yang tidak bisa dipungkiri bahwa aku benar-benar merasa tersakiti. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang patut dipersalahkan dalam hal ini, baik aku, dia dan bahkan siapapun.  Dan meskipun tidak ada yang menyakiti, namun pada akhirnya tetap ada yang tersakiti. Keadaanlah yang telah tega mencabik-cabik hatiku hingga seolah tidak lagi berbentuk dan bahkan mati rasa pada saat itu.

   Kakiku sesaat tidak sanggup menopang tubuhku yang hanya memiliki berat badan 40 Kg ini. Di sudut ruangan tepatnya di samping  lemari baju aku tersungkur dan masih dengan isak tangis yang cukup menakutkan. Dengan tangan yang gemetaran, kuraih ponselku yang tergeletak di lantai. Satu persatu jari-jariku memencet beberapa tombol dan hanya satu kata yang berhasil aku tulis di kotak pesan yaitu, sebuah kata yang bermakna nama seseorang. Nama seorang gadis yang baru-baru ini begitu dekat denganku dan bahkan sangat sangat dekat.

  "CITRA", itulah kata yang aku tulis, nama dari seorang gadis yang kini bukan sekedar sahabat tapi juga saudaraku. Terasa sejuk ketika tangannya merangkul tubuhku, jari-jari lembutnya menggenggam erat tanganku. Meski tanpa kata-kata tapi rasanya cukup membuat aku kuat dan mampu mengumpulkan energi dalam tubuhku untuk segera berhenti menangis. 

   Tangisku tak sepenuhnya berhenti, karena memang cukup sulit untuk di hentikan. Beberapa saat terdengar ponselku berbunyi, sebuah pesan dari seseorang yang menjadi alasan mengapa aku menangis. Aku lupa kata-katanya, karena memang menurutku tidak cukup penting untuk di ingat, tapi intinya pesan itu berisikan sebuah motivasi. Kalimat panjang yang memotivasi aku agar tetap semangat. Tidak terlalu buruk memang tapi tidak juga cukup membantu untuk memperbaiki keadaanku saat ini.

  Galauku memaksaku untuk kembali ke titik dimana hanya ada satu orang yang benar-benar bisa mengusik sedihku dengan kata-kata bijaknya. SAHABAT KECIL ku yang tidak pernah selangkahpun meninggalkanku dalam kondisi apapun. "ARDA'IN", sebuah nama yang tidak pernah hilang dari memori ingatanku. Seorang teman, sahabat dan juga kakak bagiku.

  "Cinta tidak mengajarkan seseorang yang tulus mencinta untuk takut. Percayalah, dia akan mengerti kelak kalau kau sangat berarti untuknya, betapa waktu yang kau habiskan dengan berharap hanya untuk menunggu dia"(From ARDA'IN) . Entahlah, aku tidak terlalu memahami kalimat ini,  mungkin aku tidak perlu memahaminya dan tidak ingin memahami maksud dari kalimat ini karena kata-katanya terlalu berat untuk bisa aku cerna. Tapi ada satu kalimat yang benar-benar terngiang-ngiang di telingaku:

 "We all will always support you"

   Sebuah kalimat yang berdentum cukup  keras mengusik tangisku. Serpihan-serpihan kalimat itu menyebar luas ke ulu hatiku dan tidak sedikitpun memberikan ruang untuk rasa takut yang menghampiriku. Kubiarkan aroma semangat dari serpihan itu berhamburan dan merangsang senyumku.

 "Thanks a lot for everything"