kategori

Senin, 31 Oktober 2011

"SAHABATKU"

"SAHABATKU", terkadang kita melupakan banyak hal dan hanya sedikit sekali yang kita ingat. Kita lupa karena memang kita bukan nabi yang begitu dekat dengan tuhannya, bukan malaikat yang di ciptakan tanpa nafsu, dan bukan tuhan yang memang maha sempurna. Kita hanyalah manusia, makhluk ciptaan tuhan yang sedikit lebih istimewa dari makhluk lainnya. Kenapa???karena kita di anugrahi akal pikiran dan nafsu. Dua hal inilah yang mengontrol hati kita secara bergantian. Terkadang kita benar tapi juga terkadang kita bisa melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak pernah kita inginkan. 

 Hidup selalu menempatkan kita pada dua pilihan, benar dan salah, iya dan tidak jauh dan dekat, kaya dan miskin, senang dan sedih. Memilih sesuai dengan keinginan tidak berarti semuanya akan terselesaikan begitu saja. Akan ada banyak hal yang akan muncul dan mungkin belum terpikirkan oleh kita, menanti kita selama perjalanan nanti bersama pilihan yang telah kita genggam dan kita yakini adalah yang terbaik. Pilihan selalu memaksa kita untuk mau mengakui adanya sebab akibat, memojokkan kita hanya dengan satu kata "KONSEKUENSI". Kita dipaksa untuk bertanggung jawab atas apa yang telah kita pilih meski itu bukan keinginan dan bukan permintaan kita.

"SAHABATKU", apa kamu tau perasaanku saat ini???. Mungkin iya...tapi juga mungkin tidak. Sebaliknya, jika pertanyaan itu kamu lontarkan kepadaku, apakah aku mengerti perasaanmu saat ini????. Jawabanku tau...tapi tidak benar-benar tau. Aku tau seperti apa perasaanmu saat ini karena aku hanya menggunakan imajinasiku untuk memahamimu. Dan aku tidak benar-benar tau perasaanmu saat ini karena hatiku tidak sepenuhnya bisa menempatkan diriku kedalam dirimu. Aku tidak benar-benar sanggup memposisikan diriku ke dalam masalah yang ada padamu.

 Aku tidak tau seberapa kalutnya dirimu saat ini karena aku tidak berada pada posisimu, tapi setidaknya aku sedikit tau seberapa menyakitkan menanggung sesal karena sebuah kesalahan.  Karena akupun sering melakukan kesalahan-kesalahan yang bahkan aku sendiri tidak sanggup untuk menalarnya. Semua orang pasti merasakan hal itu, karena manusia tidak pernah luput dari kesalahan.

"SAHABATKU", jika kemaren aku memarahimu, maafkanlah aku karena aku sengaja melakukannya. Dan jika kemaren aku mencaci maki kamu, sekali lagi maafkanlah aku karena itu juga sengaja aku lakukan. Kau tau kenapa aku melakukannnya????. Karena aku begitu menyayangimu. Aku lebih rela menyakitimu kemaren daripada melihat tangismu hari ini karena tersakiti. Aku lebih rela menerima kebencianmu kemaren daripada melihat kenyataan bahwa kamu sangat  membenci dirimu sendiri hari ini.

"SAHABATKU", jika kemaren kau tidak mendengarka kata-kataku, maka hari ini aku mohon dengarkanlah kata-kataku. Sudahi kesedihanmu, buang ketakutanmu dan segera hentikan tangismu. Percayalah, tidak ada yang salah dengan pilihanmu!!!. Sekali lagi aku katakan, pilihan akan selalu memojokkan kita ke dalam hal-hal yang tidak benar-benar adalah sesuatu yang kita inginkan. Kesalahan hanyalah seonggok duri yang mencoba menghambat perjalananmu. Kau hanya butuh sedikit keberanian untuk mendekatinya, sedikit kekuatan untuk mematahkannya, sedikit kehati-hatian agar tidak melukai tanganmu dan sedikit kecerdasan agar tidak butuh waktu  yang lama untuk menyelesaikan pekerjaanmu.

"SAHABATKU", mungkin ini kata-kata terakhirku, aku sangat mencintaimu, jadi jangan pernah takut karena aku tidak akan pernah membiarkanmu sendiri.


Kamis, 20 Oktober 2011

"Nasehat dari Sahabat Kecilku"

  Sampai waktunya inilah air mataku, mengucur diantara musim yang menggugurkan bunga-bunga. Inilah kalimat terakhir yang kuterima malam itu. Di luar, hujan begitu derasnya turun bersaing dengan isak tangis yang hampir terdengar setengah menjerit. Bodoh memang, tapi itulah sebuah kebenaran yang tidak bisa dipungkiri bahwa aku benar-benar merasa tersakiti. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang patut dipersalahkan dalam hal ini, baik aku, dia dan bahkan siapapun.  Dan meskipun tidak ada yang menyakiti, namun pada akhirnya tetap ada yang tersakiti. Keadaanlah yang telah tega mencabik-cabik hatiku hingga seolah tidak lagi berbentuk dan bahkan mati rasa pada saat itu.

   Kakiku sesaat tidak sanggup menopang tubuhku yang hanya memiliki berat badan 40 Kg ini. Di sudut ruangan tepatnya di samping  lemari baju aku tersungkur dan masih dengan isak tangis yang cukup menakutkan. Dengan tangan yang gemetaran, kuraih ponselku yang tergeletak di lantai. Satu persatu jari-jariku memencet beberapa tombol dan hanya satu kata yang berhasil aku tulis di kotak pesan yaitu, sebuah kata yang bermakna nama seseorang. Nama seorang gadis yang baru-baru ini begitu dekat denganku dan bahkan sangat sangat dekat.

  "CITRA", itulah kata yang aku tulis, nama dari seorang gadis yang kini bukan sekedar sahabat tapi juga saudaraku. Terasa sejuk ketika tangannya merangkul tubuhku, jari-jari lembutnya menggenggam erat tanganku. Meski tanpa kata-kata tapi rasanya cukup membuat aku kuat dan mampu mengumpulkan energi dalam tubuhku untuk segera berhenti menangis. 

   Tangisku tak sepenuhnya berhenti, karena memang cukup sulit untuk di hentikan. Beberapa saat terdengar ponselku berbunyi, sebuah pesan dari seseorang yang menjadi alasan mengapa aku menangis. Aku lupa kata-katanya, karena memang menurutku tidak cukup penting untuk di ingat, tapi intinya pesan itu berisikan sebuah motivasi. Kalimat panjang yang memotivasi aku agar tetap semangat. Tidak terlalu buruk memang tapi tidak juga cukup membantu untuk memperbaiki keadaanku saat ini.

  Galauku memaksaku untuk kembali ke titik dimana hanya ada satu orang yang benar-benar bisa mengusik sedihku dengan kata-kata bijaknya. SAHABAT KECIL ku yang tidak pernah selangkahpun meninggalkanku dalam kondisi apapun. "ARDA'IN", sebuah nama yang tidak pernah hilang dari memori ingatanku. Seorang teman, sahabat dan juga kakak bagiku.

  "Cinta tidak mengajarkan seseorang yang tulus mencinta untuk takut. Percayalah, dia akan mengerti kelak kalau kau sangat berarti untuknya, betapa waktu yang kau habiskan dengan berharap hanya untuk menunggu dia"(From ARDA'IN) . Entahlah, aku tidak terlalu memahami kalimat ini,  mungkin aku tidak perlu memahaminya dan tidak ingin memahami maksud dari kalimat ini karena kata-katanya terlalu berat untuk bisa aku cerna. Tapi ada satu kalimat yang benar-benar terngiang-ngiang di telingaku:

 "We all will always support you"

   Sebuah kalimat yang berdentum cukup  keras mengusik tangisku. Serpihan-serpihan kalimat itu menyebar luas ke ulu hatiku dan tidak sedikitpun memberikan ruang untuk rasa takut yang menghampiriku. Kubiarkan aroma semangat dari serpihan itu berhamburan dan merangsang senyumku.

 "Thanks a lot for everything"


Selasa, 13 September 2011

"BEGINILAH CARAKU MENGINGATMU"

Mama Yaya, inilah nama yang ku kenal saat ini. Dia mungkin bukan seorang perempuan yang istimewa bagi sebagian orang, tapi bagiku dia adalah perempuan yang istimewa.Orang yang aku anggap sebagai ibuku baru-baru ini dan akan tetap menjadi ibuku nantinya ketika aku sudah tidak lagi di sini, di kota ini, KLATEN, JAWA TENGAH.

Memiliki keluarga baru bukanlah hal yang luar biasa buatku. Aku sudah terbiasa dengan hal ini karena dari kecil aku sudah terbiasa dengan ibu asuh. Aku terbiasa punya orang tua selain orang tua kandungku sendiri, yaitu orang tua asuh yang menjagaku selama orang tuaku tidak bisa bersamaku dalam jangka waktu yang cukup panjang. Dan aku selalu berusaha menghormati mereka seperti aku menghormati kedua orang tuaku sendiri. Dan hal yang sama juga akan aku lakukan untuk  mama yaya yang sudah mau berbagi kasih sayangnya kepadaku selain kasih sayang yang diberikannya kepada kedua anaknya.

 Aku bukanlah seorang gadis yang mengidap penyakit Alzheimer yang akan melupakan semuanya secara bertahap. Tapi satu-satunya kelemahanku, aku adalah seorang gadis yang pelupa. Aku susah mengingat hal-hal yang baru dan mudah melupakan hal-hal yang seharusnya tidak boleh kulupakan. Meskipun ingatan yang tanpa sengaja aku lupakan hanya hilang sesaat, tapi terkadang butuh waktu lama untuk mengingat apa yang ingin ku ingat. Dan sedetikpun aku tidak ingin melupakan apa yang pernah aku alami selama bersama keluarga baruku ini. Aku menyempatkan diri untuk menulis semua hal yang aku alami setiap hari dan menyimpan foto orang-orang yang ingin kuingat. Tanpa meminta aku mengambil foto yang kubutuhkan bahkan aku  terbiasa menyimpan sesuatu yang mungkin sangat tidak penting bagi orang lain tapi penting menurutku. Karena aku hanya ingin terus ingat...ingat...dan ingat semua yang pernah aku alami. 

 "DAN BEGINILAH CARAKU UNTUK MENGINGATMU"

Minggu, 12 Juni 2011

MISS NARSIS

 Sok imuuuutttttttttt........^_^
 Tapi emang manis-masih kok..."PD"
 Fosenya g jelas abizzz....
 hmmm...kehabisan gaya....

    Banyak orang yang g' doyan sama yang namanya kamera dan malu untuk mengekspresikan diri dengan alasan jelek dan sebagainya. Berbeda halnya dengan saya dan kedua teman saya ini, paling g' bisa jauh-jauh dari kamera. Setiap hari selalu menyempatkan diri untuk bergaya di depan kamera di tempat-tempat tertentu dan yang paling populer yaitu di kelas. Biasanya aksi narsis ini kita lakukan ketika selesai kuliah, nunggu dosen masuk atau bahkan ketika kuliah sedang berlangsung. 

    Hari yang paling efektif untuk narsis-narsisan di kelas yaitu hari kamis...kenapa????pasti kamu-kamu bertanya-tanya kenapa harus hari kamis. Hmm...karena hari kamis kita kuliah dari pagi ampe sore dan itu jelas bikin jenuh, capek dan g' enak banget dah pokoknya. Kondisi seperti ini tentu saja bikin hati jadi malas untuk melanjutkan kuliah selanjutnya,mata ngantuk, perut lapar,kepala juga pusing dan yang paling ngeri adalah face yang dah g' jelas lagi bentuknya...Untuk mengatasi hal-hal ini biasanya jeda waktu yang ada sebalum masuk kelas berikutnya kami manfaatkan untuk jeprat-jepret menggunakan ponsel yang ada camnya.

   Suasana kelas yang kosong sangat mendukung untuk bergaya ala model di cover-cover majalah, berfose sesuka hati tampa ada yang peduli. Tidak penting hasil jepretannya bagus atau tidak karena yang terpenting adalah adanya kepuasan tersendiri yang akan di dapatkan. Dengan demikian sedikit akan menghilangkan rasa jenuh dan siap untuk masuk ke kelas berikutnya. 

   HMMMM.......udahan ahhh.....







Kamis, 28 April 2011

"Iya Aq Mengerti Sekarang"

     Pertanyaanku dari kecil yang baru terjawab sekarang seiring berjalannya waktu "KENAPA AMAK (ibu) BEGITU????. Jika ada anak-anak yang dikenal karena kenakalannya, maka aq adalah salah satu dari kelompok itu. Keingintahuanku yang berlebihan mendorongku tumbuh menjadi gadis yang nakal. Sifatku yang keras kepala terkadang memaksa amak menggunakan beberapa senjata andalannya untuk menghentikan kenakalanku, salah satunya yang paling konyol adalah sandal. Hahahahhaha...lucu memang tapi itulah yang terjadi. Kebayang g' sich gimana rasanya kalo sapu lidi yang berjumlah seratus batang singgah dipantatku, gagang sapu yang tergolong gede banget  menari indah di tempat yang sama, ikat pinggang yang setia menempel di pantat ketika kesalahan itu fatal dan rotan yang dipotong kecil ketika aq bener-bener g' bisa dikendalikan lagi. 

     Setelah dipukul apa aq menangis????sedikitpun tidak. Keras kepalaku membuatku merasa seolah aq lah yang benar, aq tidak salah meski hati nurani berkata " iya itu memang salah". Tau g' setiap kali abis dipukul apa yang aku lakukan???. Hmm, abis dipukul amak, aku g akan beranjak dari tempat dudukku, g' peduli perutku lapar, ato tenggorokan ku yang sangat merindukan dinginnya air, dan bahkan meski kebelet pipispun g bakalan aku beranjak. 

     Satu jam kemudian aku mulai bosan karena amak sama sekali g respon atas protes yang kulakukan. Dua jam kemudian mulai terdengar suara amak melengking "Vi...minta di tambah hadiahnya????". Dalam hati aku berucap, hmm, kayaknya bakalan bencana ronde kedua nich...hehehehe...Meski sadar dengan apa yang aku lakukan hanya akan bikin amak tambah marah, aku tetap pada pendirianku menunggu di bujuk. Hahaha, ngarep.com. Sambil menunggu aku mulai larut dengan kesibukanku yang g jelas, melukis sesuatu dilantai dengan jari telunjukku. Sampai akhirnya amak berdiri dedepanku dan menatapku dengan tajam, sedikitpun ku tak berani menatap tatapan itu, jantungku berdegup luar biasa kencangnya dan harus kuakui aq sangat takut dengan suasana itu (ngeri euy). 

      Melihat tingkahku yang memang luar biasa keras kepala, seperti biasa amak menambah porsi hadiah untukku satu bonus cubitan yang sedikit terasa sakit singgah dipinggangku. Setiap kali memukulku amak pasti masuk kamar, yang aku sama sekali aku tidak tau apa yang amak lakukan. Amak g akan keluar kamar kecuali untuk hal-hal tertentu. Sementara aku mulai terisak tangis setiap kali amak mengurung diri di kamar. Mendengar tangisku yang terkesan di tahan, kakakku selalu datang meraih tanganku dan membujukku. Meyakinkanku bahwa apa yang aku lakukan memang harusnya tidak pantas aku kerjakan. Pantas amak marah karena memang aku salah, amak marah karena tidak ingin aku kenapa2 dan lain sebagainya hingga akhirnya aku menyerah dan mencoba meminta maaf.

      Hal yang paling berat bagiku adalah meminta maaf, karena meminta maaf memang tidak semudah yang ku bayangkan. Amak bukan tipe yang gampang memberi maaf kepadaku sebelum aku benar-benar berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Hari-hari berikutnya aku kembali bikin amak marah besar, memang aku tidak mengulangi lagi kesalahanku yang kemaren-kemaren tapi kesalahan-kesalahan berikutnya akan lebih menantang, dan seperti biasa tidak perlu aku jelaskan lagi karen kejadian pasca dipukul selalu sama...Hadeeehhhh, jadi cew kok kebangetan nakalnya. Aku memang nakal, tapi ada satu hal yang bikin amak pasti selalu memujiku, dan pasti berebutan sama ayah setiap kali acara pengambilan rapor. Kayaknya aku tidak perlu berpanjang lebar nich di bagian ini...kapan-kapan aja ya....hehehehe. Back to topik...Tingkahku tidak pernah berubah sampai akhirnya aku berhasil lulus dan say good bay pada SD tercintaku. 

      Hari-hari berikutnya aku sibuk dengan pendaftaran-pendafataran yang menurutku ribet dan aku tidak suka. SMP N 1 Palmatak adalah pilihanku saat itu, by the way, sebenernya amak pengen aku masuk MTS...hahahha... Hari pertama pendaftaran aku bikin amak syock berat. Gimana g, aku niat ke calon sekolahku yang baru dengan penampilan yang luar biasa keren abis. Kaos oblong, jins pendek dan sandal favouritku, sandal jepit. 

     Awalnya aq nekat g' mou ganti dengan yang lebih sopan dan terlihat rapi, tapi berhubung temen-temenku semuanya pada rapi dan di ancam dengan ancaman yang menurutku terdengar aneh. Aku bisa g keterima kalo penampilanku seperti itu, dan keluarlah ancaman, kalo aku g' keterima berarti mou g' mou aku harus mou masuk MTS.
Hmm, hari-hari berikutnya dengan sekolah baru, seragam baru dan suasana baru, tetap tidak merubah kebiasaanku dan malah tambah parah. Dari segi akademik aku termasuk siswi yang terbilang OK, dan cukup dikenal di kalangan majelis guru. Tapi dari segi kenakalan aku juga terbilang sangat, sangat OK...whahahahha. 
     Sampai akhirnya aku di panggil oleh wali kelasku. Masalah yang kuanggap sepele sebenernya dan g perlu ampe dipanggil  wali kelas segala. Toh...padahal pas berantem ja g ampe dipanggil ma wali kelas kok. Kenapa g dipanggil, soalnya guru-guru pada g tau sich...hohohohoh...masih jadi rahasia sampe sekarang...eh g' ding kan dah dibuka disini...hahahahha. 

     Aq di panggil karena penampilanku yang ala g enak diliat, saku bajuku sobek tapi tak biarin ja, rambutku yang acak-acakkan karena malas bawa sisir ke sekolah. Face ku yang kusam di tambah lagi kulitku yang very eksotis2 gitu, kena pancaran matahari keliatan berkilatan dah. Lengkap sudah jeleknya diriku.

     Aku di ceramahin panjang lebar...bla...bla...bla....ampe panas kuping, disuruh bedaan, rambut dipanjangin yar keliatan ceweknya, pake yang harum-harum...dan yang g boleh lupa pake deodorant...hahahhaha....Hari berikutnya aku tetap sama dengan hari-hari kemaren, bagiku apa yang kemaren diomongin ma wali kelasku g mutu banget, dan tak anggap angin lalu. Amak yang minta aja aku g peduli apalagi wali kelasku jangan harap...(pikirku waktu itu).

     Aku tetap larut dengan kenakalan-kenakalanku yang bikin amak kehabisa akal. Tapi akhirnya Allah menunjukkan jalan yang lurus ke amak. Amak berhasil menemukan metode yang luar biasa ampuh dan bikin aku klepek-klepek mendadak insyaf dan mulai berubah secara bertahap. Setiap kali aku bikin salah amak g' pernah mukul lagi, tapi...ada tapinya nich...salah satu hal yang paling tidak aku sukai dan aku menyadarinya ketika aq dah duduk di bangku SMA yaitu dipermalukan. 

  Setiap aku bikin salah amak pasti ngomelnya panjang........................................banget dan kenceng................ banget dah pokoknya. Bayangin aja gimana kencengnya suara amak kalo marahnya ampe orang sekampung tau. Asli aku g berani keluar rumah, bukan karena takut sama amak tapi malu karena pasti diketawain orang habis-habisan. Kalo pukulan beberapa kali baru bisa bikin aku nangis tapi tuk kali ini aku bener-bener bisa  bikin aku nangis sekencang-kencangnya. Meskipun demikian aku tetap masih belum bisa berubah total karena secara gitu lo, mana ada yang namanya berubah dari suatu kebiasaan itu gampang.

     Pasca dimarahin tetap sama, amak selalu mengurung diri di kamar dan tidak sedikitpun membujukku. Timbul pertanyaanku kenapa demikian??? yang selalu jadi pikiran ku selama ini kenapa amak mengurung diri dikamar setiap kali habis memarahiku, dan kenapa amak tidak seperti ibu2 yang lain, selalu membujuk anaknya kalo dah nangis meskipun sudah melakukan kesalahan yang fatal sekalipun. Terpikir olehku hal yang seharusnya tidak pantas aku pikirkan. Jangan-jangan amak memang tidak sayang sama aku. Aku semakin penasaran dan aku sama sekali tidak berani menanyakan semua itu, cukup aku dan hatiku yang tau.

     Suatu hari, aku terkejut dan sangat-sangat terkejut, ternyata selama ini amak mengurung diri karena tidak tega melihat air mataku. Kudekatkan kupingku di pintu kamar amak yang terkunci, kudengar isak tangis yang tertahan keluar dari bibir amak, kudengar kata-kata yang begitu tulus terucap dari mulut amak, doa seorang  ibu yang selalu menginginkan anaknya menjadi anak yang baik. Doa memohon ampun atas apa yang telah di lakukan kepadaku. Betapa menyesalnya amak selama ini setiap kali memarahiku. Untuk pertama kalinya aku menangis bukan karena diomelin amak, tapi menagis betapa jahatnya aku selama ini yang telah menyakiti hati amak. 

     Satu jawaban dari pertanyaanku telah kudapatkan. Sejak kejadian itu, aku berubah total, menjadi gadis yang penurut, dan mulai seneng dengan ocehan kakakku yang selalu tidak jauh-jauh tentang masalah cewek. Aku mulai terbiasa berdandan, mulai jago mengucir rambut , manjangin rambut dan segalanya yang berhubungan dengan cewek. Alhasil, ternyata aku cantik....hahahahah...pasti dah taukan konsekuensi jadi cewek cantik...halah...(PD). Tapi kenyataan yang ngomong kok...hmm, lagi-lagi aku harus bilang bab ini aku g perlu jelasin ya...coz pasti dah pada tau maksudku...hehehehe...meskipun demikian, cap jomblo sejati tetap melekat pada diriku karena memang aku bukan tipe yang gampang suka dan percaya ma yang namanya cowok. Ditambah lagi temen-temenku identik cowok daripada cewek, cewekpun kebayakan g jauh-jauh beda ma diriku...satu kata"TOMBOY" dan hingga aku tamat SMA, aku g pernah kenal dengan yang namanya pacaran.

     Oh ya, masih ada satu pertanyaan lagi yang belum terjawab. Kenapa amak g' pernah membujuk setiap kali aku menangis. Huh...butuh waktu lama untuk bisa memahami ini. Seiring berjalannya waktu akhirnya kutemukan jawaban itu. Sekarang aku adalah mahasiswi semester 6 dan sebentar lagi bakalan sibuk dengan yang namanya tugas akhir sebagai syarat untuk menyelesaikan S1. Terpisah dari orang tua dan jauh dari sanak saudara membuatku mengerti banyak hal. Berbagai persoalan dan masalah mengajariku untuk bisa menjadi bijak dan dewasa. Dari hal yang sepele sampai masalah yang cukup bikin berat badanku turun drastis. Semuanya ku selesaikan sendiri tanpa bantuan orang tua dan kakak-kakakku. Kejadian-demi kejadian kunikmati dengan senang hati dan tak sedikit air mata harus ku teteskan hanya untuk mengendalikan keras kepalaku agar tidak menyakiti hati orang-orang di sekitarku. Cengeng menjadi bagian hidupku kini agar aku tidak membalas rasa sakit hati kepada orang-orang yang tidak sengaja menyakitiku. Kamar kostku cukup sabar mendengar segala keluh kesahku dan tidak pernah marah ketika kulampiaskan kemarahanku yang tak mampu kutahan.

      Aku sadar kenapa amak tidak menunjukkan simpatiknya kepadaku yang telah melakukan kesalahan. Amak ingin aku menjadi orang yang bisa berbesar hati untuk mengakui sebuah kesalahan yang telah kulakukan meskipun itu memalukan dan menyakitkan untuk di akui. Aku dihukum karena amak tidak mau aku mengulangi kesalahan yang sama dan hukuman hanyalah sebuah bentuk pertanggungjawaban atas sebuah kesalahan. Amak tidak mau aku tumbuh menjadi gadis yang manja. Amak mengajariku bahwa segala sesuatu yang menjadi pilihan dalam hidup kita pasti selalu ada konsekuensinya. Hidup itu tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan dan amak hanya ingin aku bisa mengendalikan sifat keras kepalaku. 

      Amak selalu bilang jika aku begini begitu, maka akan begini begitu juga yang akan aku dapatkan. Dan semua yang di katakan amak itu benar adanya, jika aku melakukan tindakan yang begini dan begitu, maka akan begini dan begitu juga efek yang aku dapatkan. Sudah kubuktikan....hehehehhe...Tanpa kusadari amak sebenarnya melatihku menjadi orang yang mandiri, kuat dan bertanggung jawab. Segala sesuatu itu tidak bisa kita dapatkan dengan percuma karena segalanya butuh usaha. Setiap kali aku melakukan kesalahan dan harus meminta maaf, sesungguhnya untuk bisa mendapatkan maaf dari amak bukanlah hal yang mudah. Aku harus menunggu berjam-jam, merengek  dan berbagai macam cara harus aku lakukan agar amak berhenti marah kepadaku dan tidak mendiami aku.

      Amak tidak mudah memaafkan aku bukan karena sakit hati kepadaku karena sesungguhnya amak mencintaiku lebih dari yang aku tau (halah...sok puitis nich ceritanya). Hal-hal kecil itu ternyata berefek besar bagiku...hingga akhirnya aku menjadi  seperti sekarang ini. Dulu aku menangis karena kesel diomelin amak, tapi sekarang malah aku sering nangis karena kangen diomelin amak coz sekarang aku kan dah jadi cewek manis yang baik hati, penurut dan tidak sombong. Hohohohohoh....jadi g da alasan wat amak ngomel-ngomel lagi dan g kan ada lagi teriakan-teriakan yang bikin tetangga berbisik-bisik karena tau aku sedang diomelin amak. Yang ada sekarang malah amak tambah cinta sama aku. Dan akupun demikian, amak adalah segala-galanya bagiku. Aku bangga punya orang tua seperti amak dan ayah, serta kakak-kakak yang tidak pernah melepaskan tangannya dari bahuku. Sungguh aku termasuk orang yang beruntung...di tambah lagi aku punya adik yang lucu, adik bayi yang bikin aku batal jadi anak bungsu. Hahahahha, awalnya aku sempat jealous tapi ternyata punya adik itu sangat-sangat menyenangkan. 

     Adik bayi yang berjenis kelamin laki-laki, imut dan ngegemesin. Karena dia aku tau gimana rasanya menjadi seorang kakak dan ternyata dia juga g kalah bandelnya sama diriku. Setiap hari bisanya cuma bikin amak mendadak migran...hahahahaha. Dan setiap hari juga aku harus setia mendengar keluh kesah amak, menular dah jadinya migran amak ke diriku. Kalau dah seperti itu,  harus sesegera mungkin menyiapkan kata-kata yang jitu buat adikku yang super bandel karena ujung-ujungnya bakalan aku yang disuruh nasehatin. Hmmm....udahan ahhh....capek ngetik....^_^




Jumat, 11 Maret 2011

'PERI KECIL YANG MALANG"

Jika ada hati yang menangis saat ini, maka hati itu adalah hatiku. Peri kecil yang selalu bermimpi akan kehadiran dua sayap. sayap-sayap yang dulu pernah bertengger di bahunya yang kokoh. sayap-sayap yang membawanya terbang kemanapun dia suka, sayap-sayap yang setiap kali dia kepakkan menebar bau harum bunga. bintang-bintang kecilpun bermunculan memberi rona dengan warna-warna indahnya.

Di sudut taman peri kecil hanya bisa menangis. hijaunya rumput tak lagi terlihat indah dimatanya, harumnya mawar seakan menjadi pengganggu di indra penciumannya. tanpa mempedulikan beberapa pasang mata yang menatap heran, sang peri terus saja terisak dalam tangisnya seakan tidak ada yang lain selain dia di taman itu. Bersama  percikan air sungai yang mengalir melewati taman nan indah itu, peri kecil memutar kembali video yang tersimpan rapi di ingatannya. Tangan-tangan mungilnya dengan lincah mengukir semua cerita yang pernah di buatnya di atas bentangan birunya langit.

Peri kecil larut dalam kisahnya dan hanya dia yang mengerti seperti apa rasanya setiap kisah yang dilakoninya. Meski air mata enggan berhenti mengalir dari pelupuk matanya, sesungging senyum tetap bermain di bibir manisnya. akal sehat seakan menentang rasa yang bersemayam di hatinya, nalar seakan tidak rela rasa terus menguasai qalbunya. rasa yang memaksa mata untuk terus menagis karena rasa itu menyimpan sakit yang bersembunyi di balik indahnya tabir cinta. 

kalut yang menyelubungi jiwanya ternyata mampu melampaui benteng sabar yang selama ini melindungi dirinya. sabar yang membuat dia tak pernah mengutuk atas hidup yang telah di anugrahkan tuhan kepadanya. bersama sayap-sayap indahnya dia terbang menebarkan benih-benih kegembiraan untuk di nikmati oleh semua orang. Di bangunnya taman indah yang kini hanya menjadi istana yang tak berarti baginya. 

Hari demi hari sang peri menikmati indahnya hidup bersama sayap-sayap yang selalu menemaninya kemanapun dia pergi. kebahagiaan membuat peri kecil lupa akan sebuah kalimat..."TAK ADA YANG ABADI". Hingga pada suatu hari peri kecil terkejut dengan apa yang terjadi, satu sayapnya patah tanpa sebab yang berarti. Sang peri memang sempat meneteskan air mata, tapi itu hanya sesaat karena ternyata dia masih mampu untuk terbang meski hanya dengan satu sayap. Namun hari ini, peri kecil benar-benar merasakan sakit yang luar biasa, sakit yang melebihi kapasitas tenaga yang mampu membuat dia sanggup untuk berdiri tegak. Peri kecil terjatuh ketika satu sayap yang menjadi tumpuannya patah dan terbang bersama angin meninggalkan dirinya. Dan kini sang peri merintih kesakitan di istana yang sangat indah. Istana masa depan yang dia buat dengan penuh cinta bersama sayap-sayap yang kini telah pergi meninggalkannya dan membiarkan dia terjebak dalam palung sepi yang sangat dalam. Peri kecil tak pernah mengira akan seperti ini jadinya bahkan dalam  mimpipun tak pernah terbayangkan olehnya.

Sabtu, 26 Februari 2011

"JUST FOR U"

"Da, Hp mu bunyi tuch", teriak Aini dari dalam kamar.

"Setengah berlari gadis yang  biasa disapa Ida masuk ke kamarnya dan dan meraih Hp nya. Terpancar kegembiraan dari wajah Ida, senyumnya merekah ketika menjawab panggilan itu. Ntah siapa yang jelas orang itu pasti sangat spesial di hatinya".

 "Ida apa kabar???sehat???, suara itu terdengar sangat merdu di telinga Ida. Dalam sedihpun Ida pasti selalu bisa tersenyum jika mendengar suara itu. Suara yang mengantarkan tetesan embun bagi jiwa-jiwa yang haus akan cinta".

 "Ida sehat kok bu, ibu juga sehatkan???ayah gimana, pada sehat semuakan???". Ida balik bertanya.

 "Dari seberang sana, terdengar suara wanita setengah baya dengan lembut menjawab pertanyaan anaknya bungsunya yang datang secara bertubi-tubi.

"Iya, ibu sehat, ayah juga". "Da, gimana udah punya temen yang spesial belom???Ibu pengen ngomong dunk sekali-sekali sama temenmu itu. Ya...cuma sekedar pengen dengar suaranya ja". Pinta wanita tiga anak itu.

 "Hehehehe...."mendadak tawa Ida meledak.

 "Ibu kayak g' tau Ida ja, kalau memang sudah ada pasti Ida bilang kok".Jawab Ida dengan candanya.

 "Da, Ibu serius nak, apa belom ada laki-laki yang kamu suka???". Ibu Ida kembali bertanya.

 "Sejenak gadis yang di tanya itu terdiam, tidak tau apa yang akan dia jawab. Meski tidak melihat seperti apa wajah ibunya saat itu, tapi dia yakin dari nada bicara ibunya memang sedang serius berbicara dengannnya. Wajah ceria Ida seketika berubah murung, tawa yang tadi keluar bebas dari bibir manisnya, kini hilang begitu saja. Tak ada jawaban yang Ida  berikan kepada Ibunya, lidahnya terasa berat untuk di gerakkan".

 "Da, kok diam nak???apa belom ada laki-laki yang kamu suka???, wanita itu kembali bertanya.

 "Bu, kenapa tiba-tiba ibu menanyakan hal itu???". Ida balik bertanya.

 "Ibu hanya tidak ingin kamu seperti kakakmu nak. Dulu, ketika kakakmu seusiamu, dia begitu menyepelekan masalah pasangan hidup, dan sekarang kakakmu hanya bisa tersenyum pahit melihat orang-orang yang  seumurannya sudah di panggil ayah dan ibu. Ibu tidak ingin kamu mengalami hal yang sama. Cukuplah satu anak gadis ibu yang harus memikul sakit itu, ibu tidak akan sanggup melihat anak-anak ibu kecewa". Jelas ibu Ida panjang lebar.

"Di hati Ida hanya ada dua laki-laki yang sangat Ida cintai bu, jujur Ida".

 "Senyum merekah dari bibir wanita setengah baya itu, bahagia yang dia rasakan saat ini, tak mampu ia ungkapkan dengan kata-kata, hanya desah nafas panjang yang mengisyaratkan betapa hatinya sangat lega mendengar jawaban  anak gadisnya itu. Jawaban yang selama ini dia nanti-nantikan".

 "Siapa nak???, ibu pengen tau". Pinta Ibu Ida.

"Laki-laki yang Ida cintai saat ini hanya Ayah dan abang bu. Jikapun ada orang lain selain mereka berdua di hati Ida, itu mungkin adalah laki-laki yang sudah menjadi suami Ida bu". Jawab Ida tanpa expresi. 

 " Tak sepatah katapun yang terdengar di telinga Ida, hanya suara isak tangis yang menyayat hati menghiasi indra pendengarannya itu. Ida berdiri dari kasurnya, dari jendela, diliatnya siang yang begitu cerah, panasnya matahari yang menyengat seakan menambah panas dihati Ida. Betapa tidak, jangankan untuk membuat ibunya menangis, melihat ibunya sedih saja, sudah cukup  membuat Ida sakit".

 "Bu, maafkan Ida...". Ida tidak sanggup menahan air matanya.

 "Tapi yang diajak bicara tak kunjung mengeluarka kata-kata, yang ada malah isak tangis itu semakin menjadi-jadi. Ida panik, suaranya mulai serak memanggil ibunya. Hancur hatinya mendengar tangisan itu, begitu menyakitikah kata-katanya barusan. Dalam hati Ida mengutuk bibir yang telah berkata jujur, kejujuran yang ternyata justru menyakiti hati ibunya".

 "Bu, tolong maafin Ida bu, mungkin ibu kecewa dengan jawaban Ida, tapi tolong mengerti Ida bu. Ida pernah memberikan cinta kepada orang lain selain cinta Ida kepada dua orang laki-laki yang sangat Ida hormati dalam hidup Ida. Ida berharap cinta yang Ida dapatkan akan indah adanya, tapi apa yang terjadi bu, cinta itu  malah menambah quota luka di hati Ida. Luka itu memang hanya sebentar Ida rasakan, tapi bekas yang ditimbulkan luka itu cukup membuat Ida trouma. Ida tidak tau sampai kapan rasa itu akan hilang. Tidak pernah Ida rasakan cinta yang sempurna dari laki-laki manapun selain cinta yang ayah dan abang berikan kepada Ida. Semakin sering ida menyakiti keduanya, malah semakin sempurna keduanya mengalirkan cintanya di hidup Ida. Tidak ada laki-laki yang menurut Ida pantas untuk Ida cintai kecuali hanya untuk mereka berdua bu, ayah dan abang". Ida mencoba menjelaskan.

 "Ida", hanya itu yang terdengar.

 "Bu, jangan menagis lagi, Ida tidak tahan bu, Ida sayang sama ibu, Ida kangen Ibu". Rintih Ida.


" Maafin ibu nak, sungguh, Ibu menangis bukan karena ibu kecewa, tapi rasanya kebahagiaan ibu  meledak, ingin rasanya ibu berteriak, betapa beruntungnya ibu di anugrahi anak-anak yang penuh cinta seperti kalian".

 "Bu, yakinlah...Ida akan mendapatkan apa yang Ida butuhkan, dan kakak, kakak pasti akan menemukan apa yang dia perlukan. Biarkan hidup berjalan dengan sendirinya, karena sekuat apapun kita berusaha, jika waktu belum mengizinkan, maka keinginan hanya akan tinggal keinginan. Keinginan hanyalah hasrat yang selalu ingin di penuhi bagi setiap insan yang bernyawa. Tapi apa ada yang bisa menjamin, bahwa keinginan itulah sumber kebahagiaan kita????. Jawabannya adalah tidak bu, terkadang apa yang kita inginkan justru menjadi kunci penderitaan kita. Biarkan waktu yang menjawab semua kebutuhan kita, karena waktu itu tidak akan lama lagi jika kita mau sedikit bersabar".

 "Maafin Ibu nak jika pertanyaan Ibu menyakitimu, Ibu janji, Ibu tidak akan mempertanyakan hal ini lagi, kecuali kamu sendiri yang akan memberitahu Ibu".

 "Makasih bu, Ida sayang Ibu".

 "Ibu juga sayang kamu Da, kamu baik-baik ya sayang di sana, assalamualaikum". Wanita itu mengakhiri telponnya.

"Tertunduk lesu, Ida menjawab salam Ibunya. Energinya seakan terkuras habis, badannya seperti tak bertenaga, perasaannya tak menentu. Pikirannya ntah kemana, semua memori yang telah dia kubur dalam-dalam kembali terbayang di pelupuk matanya. Di atas kasurnya Ida menangis, melampiaskan semua gundah hati yang kini mengganggunya. Sesaat di luar kesadarannya Idapun tertidur dengan pulasnya, sejenak melupakan semua yang mengusik hatinya.
 


Minggu, 06 Februari 2011

evi s`tory: "HATI TAK BERTUAN"

evi s`tory: "HATI TAK BERTUAN": "'Aku mengerti', hanya itu yang keluar dari mulut Ine. 'Nadinya seakan berhenti berdetak mendengar kalimat terakhir yang terdengar dari..."

"HATI TAK BERTUAN"




 "Malampun datang mengantar kepergian dua pasang kaki yang mulai beranjak meninggalkan indahnya pantai yang mungkin akan menjadi terakhir kalinya keduanya menjejakkan kaki bersama di pasir nan indah itu".